Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep
Program MBG di Banjarmasin telah menyasar 66 ribu penerima manfaat
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-09 09:03:34【Resep】363 orang sudah membaca
PerkenalanSiswa di Kota Banjarmasin, Kalsel saat menikmati program makanan bergizi gratis. ANTARA/HO-Dokumen .

...Kita sudah buat draf SOP agar program MBG bisa terlaksana dengan baik di semua sekolah
Banjarmasin (ANTARA) - Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan Ryan Utama menyampaikan, program makanan bergizi gratis (MBG) di kotanya telah menyasar sebanyak 66 ribu penerima manfaat, yakni siswa dari berbagai tingkatan.
"Ada sebanyak 23 dapur MBG yang sudah beroperasi untuk melayani puluhan ribu siswa," ujarnya di Banjarmasin, Selasa.
Menurut dia, program MBG yang digalakkan sejak awal tahun 2025 ini ke sekolah-sekolah di kotanya terus meluas dari semua tingkatan sekolah dan berjalan lancar.
"Alhamdulillah, sejauh ini semua berjalan lancar," paparnya.
Sebagai dukungan Pemkot Banjarmasin atas program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini, ungkap dia, Pemkot melalui instansinya menyiapkan langkah dengan menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pelaksanaan program MBG tersebut di sekolah-sekolah.
Baca juga: Wali Kota Kupang mendorong percepatan SLHS bagi SPPG
Penyusunan SOP dilakukan agar pelaksanaan MBG berjalan tepat sasaran, ngak asal-asalan dan menghindari terjadinya hal-hal yang diinginkan.
“Kita sudah buat draf SOP agar program MBG bisa terlaksana dengan baik di semua sekolah,” ungkap Ryan.
Dia mengharapkan, dalam waktu dekat akan dijalankan.
"SOP yang disiapkan yakni dalam setiap pembagian MBG, guru kelas wajib mendampingi dan mengarahkan murid untuk mengecek makanan lebih dulu, mencium aroma, memperhatikan kondisi fisik dan memastikan ngak ada hal yang mencurigakan," tuturnya.
Baca juga: Menteri PANRB pastikan pemerataan MBG hingga daerah terpencil
Hal ini berkaca pascainsiden dugaan keracunan siswa beberapa waktu lalu. Makanya, pihak Disdik Banjarmasin menyusun SOP baru kepada setiap sekolah.
Menurut dia, ini upaya preventif Disdik untuk menumbuhkan kewaspadaan di kalangan siswa, agar ngak langsung mengkonsumsi makanan tanpa memperhatikan kondisi kelayakannya.
"Soalnya rentan, anak-anak biasanya langsung makan tanpa tahu mana makanan yang layak dan sudah ngak layak. Dan dengan pendampingan guru, kami ingin mencegah hal-hal yang ngak diinginkan dan dikhawatirkan terjadi," demikian katanya.
Baca juga: Pemkab Manggarai Barat mendorong keamanan pangan dalam program MBG
Suka(32242)
Artikel Terkait
- DPR dorong kemandirian gula nasional dari hulu ke hilir
- Mendagri: Inflasi YoY Oktober masih aman di angka 2,86 persen
- Dokter ingatkan konsumen untuk periksa label produk perawatan kulit
- BGN bilang Bali masih butuh banyak SPPG untuk layani MBG
- Celios dorong penguatan industri besi hingga mamin jaga ekspor RI
- Kapolri cek langsung kesiapan sarpras tanggap darurat bencana
- Mendagri: Inflasi YoY Oktober masih aman di angka 2,86 persen
- KLH ungkap kondisi Tanjung Perak usai kedatangan kontainer Cs
- Mentan: beras sumbang deflasi 23 provinsi berkat sinergi lintas sektor
- Pemkab Bantul kumpulkan pengelola SPPG untuk evaluasi MBG
Resep Populer
Rekomendasi

APMAKI minta polisi usut tuntas kasus nampan MBG pakai label palsu

BPOM ajak Universitas Tsinghua berkolaborasi kembangkan ATMP

Kepala BPOM jelaskan potensi pengembangan ATMP ke mahasiswa Beijing

Unsri lakukan diseminasi teknologi pengemasan produk olahan ikan

PBB dan mitranya tingkatkan respons pascagempa di Afghanistan

Penelitian ungkap berpuasa ngak ganggu kemampuan berpikir seseorang

KLH ungkap kondisi Tanjung Perak usai kedatangan kontainer Cs

Keragaman ide di Demoday FSI tunjukan potensi kuliner Indonesia